Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2023

Annelies Margareth (Cerita Bersambung Episode 4)

  Vergeef Me Kini Annelies telah berbaring di ranjang rumah sakit. Johan, Matthew, dan Liam sejak tadi menunggu di rumah sakit. Tak lama Annelies mulai sadar kembali. “Ann!” Sahut Johan.  “Johan, Liam, Matt, maafkan aku…” Kata Annelies dengan lemah. “Tidak apa-apa Ann. Tapi kau harus berjanji pada kami, jangan melakukan hal bodoh seperti itu lagi Ann. Kami sangat khawatir dengan kondisimu.” Kata Liam. “Ya baiklah, terima kasih banyak kalian sungguh baik padaku.” Kata Annelies.  “Annelies, kau sudah seperti adik kandung kami sendiri. Ini juga menjadi kewajiban kami untuk terus menjaga adik mendiang sahabat kami.” Kata Matthew. “Ada apa sebenarnya,sampai-sampai kau ingin melakukan aksi tersebut Ann?” Tanya Johan. “Selama dua tahun ini semenjak kematian Jacob, aku merasa kesepian. Aku merasa tidak sanggup lagi untuk hidup. Namun setelah aku pikirkan lebih dalam, aku mulai tersadar. Ternyata masih banyak orang yang sangat peduli dan sayang pada ku. Yaitu kalian.” Kata Annelie...

Annelies Margareth (Cerita Bersambung episode 3)

Duka Annelies Mendengar pernyataan dokter, Liam, Johan, dan Matthew meneteskan air mata. Seketika itu pun Annelies  jatuh pingsan. "Annelies!" Teriak Liam terkejut. Liam dan Matthew lebih dikejutkan saat menyaksikan Johan dengan amarah yang bergejolak segera menampar dokter tersebut dengan keras. "KAU! KENAPA KAU TIDAK DATANG SEJAK TADI! KAU TERLAMBAT MENANGANI SAHABAT KAMI! KARENA KAU NYAWA JACOB TIDAK TERTOLONG! " Teriak Johan pada dokter tersebut. Segera, Liam dan Matthew menahan Johan. "Johan! Tenanglah! Tenanglah! Kendalikan dirimu kawan! " Teriak Matthew. Dokter itu pergi dengan penuh amarah, setelah sebelumnya Liam dan Matthew meminta maaf pada dokter itu. Liam membopong tubuh Annelies keluar rumah sakit.  "Bagaimana keadaannya? " Tanya seorang atasan mereka. Johan, Liam, dan Matthew menggeleng bersama sambil menunduk menandakan nyawa Jacob tidak bisa diselamatkan. "Saya turut berduka, saya akan siapkan pemakaman besok… " Kata at...

Annelies Margareth (Cerita Bersambung episode 1)

  Meijer Hindia Belanda   Pagi-pagi yang cerah ini sudah terdengar kesibukan di dapur rumah keluarga Meijer. "Oh Tuan Jacob! Ada apa susah-susah memasak pagi ini!? Biar saya bantu tuan. Tuan De Coen, Tuan Pieters, dan Tuan De Berg sudah menunggu di luar. " Kata seorang pembantu yang langsung tergopoh-gopoh membantu Jacob. "Tidak apa-apa Bi, saya hanya menyiapkan sarapan untuk Ann. Oh ya, dan suruh mereka masuk kedalam. " Kata Jacob. Tak lama makanan nya pun jadi.  "Ann! Ann! Ayo cepat bangun, aku sudah siapkan makanan! " Sahut Jacob pada adiknya itu. Segera, Annelies keluar dari kamar nya. " Goedemorgen Jacob, kakak kesayangan ku! Ada apa buru-buru? Oh ya, dan dank je atas sarapan nya. " Kata Annelies segera memeluk kakak nya. "Oh dan Goedemorgen Matthew, Johan, dan Liam! " Sapa Annelies pada sahabat-sahabat kakak nya itu, yaitu Matthew Jan De Coen, Arnold Johannes De Burg, dan Herold Liam Pieters. Mereka bertiga segera tersenyum dan ...

Annelies Margareth (Cerita Bersambung episode 2)

  Jacob! Keesokan hari nya…  “Bibi Sum! Bibi Sum! Cepat panggilkan Annelies! Sekarang!” Sahut Matthew yang terlihat panik mendatangi rumah Meijer dibanjiri air mata sambil terengah-engah sehabis berlari. Tanpa berbicara, pembantu rumah keluarga Meijer itu segera memanggil Annelies. “Nona Ann! Nona Annelies! Ada Tuan Matt di depan, ia memanggilmu, ia terlihat panik sekali Nona!” Kata Bi Sum. Annelies berlari ke luar rumah. “Oh astaga Matt! Apa yang terjadi dengan tanganmu!” Kata Annelies yang terkejut melihat tangan Matthew penuh darah. “Cepat kemari! Cepat! Sudah, tangan ku tidaklah penting saat ini. Jongos! Tolong antar kami ke rumah sakit.” Kata Matt yang kini segera menarik tangan Annelies dan masuk kedalam sado keluarga Meijer. Mau tak mau Annelies ikut masuk ke dalam sado, sado itu segera berangkat. “Matthew! Apa yang sebenarnya terjadi?! Tolong jelaskan padaku! Mengapa kita harus pergi ke rumah sakit?!” Tanya Annelies kebingungan namun kini ikut panik.  "Sudah, kau ...