Annelies Margareth (Cerita Bersambung episode 2)
Jacob!
Keesokan hari nya…
“Bibi Sum! Bibi Sum! Cepat panggilkan Annelies! Sekarang!” Sahut Matthew yang terlihat panik mendatangi rumah Meijer dibanjiri air mata sambil terengah-engah sehabis berlari. Tanpa berbicara, pembantu rumah keluarga Meijer itu segera memanggil Annelies. “Nona Ann! Nona Annelies! Ada Tuan Matt di depan, ia memanggilmu, ia terlihat panik sekali Nona!” Kata Bi Sum.
Annelies berlari ke luar rumah. “Oh astaga Matt! Apa yang terjadi dengan tanganmu!” Kata Annelies yang terkejut melihat tangan Matthew penuh darah. “Cepat kemari! Cepat! Sudah, tangan ku tidaklah penting saat ini. Jongos! Tolong antar kami ke rumah sakit.” Kata Matt yang kini segera menarik tangan Annelies dan masuk kedalam sado keluarga Meijer. Mau tak mau Annelies ikut masuk ke dalam sado, sado itu segera berangkat. “Matthew! Apa yang sebenarnya terjadi?! Tolong jelaskan padaku! Mengapa kita harus pergi ke rumah sakit?!” Tanya Annelies kebingungan namun kini ikut panik.
"Sudah, kau akan segera tahu di rumah sakit Ann. " Kata Matthew. "Matthew, cepat jelaskan padaku apa yang sedang terjadi! " Kata Annelies. Matthew segera menghela nafas. Tetapi ia tidak lagi menjawab pertanyaan Annelies. Tak lama mereka sampai di rumah sakit dan Matthew segera berlari kedalam disusul oleh Annelies yang sangat kebingungan. mereka segera berlari menuju sebuah ruangan. Ruangan itu adalah tempat dimana Jacobus ditangani. "Ayo ikut aku! " Kata Matthew.
Sementara di ruangan itu, dokter belum kunjung datang. Rumah sakit di hari itu sedang sibuk sekali. Di ruangan itu kini hanya ada Johan yang berusaha membuat Jacob terus sadar dan ada Liam yang masih menutup luka bekas tembakan Jacob menggunakan kain. "Tolong bertahan lah Kawan, bertahan lah bersama kami, Meijer! " Kata Johan sambil terus mencoba menyadarkan Jacob. "DIMANA DOKTER BAJINGAN ITU! MENGAPA TIDAK ADA SATUPUN DARI MEREKA YANG DATANG! " Teriak Liam yang semakin panik. "Hey Liam! Liam! Tenang lah kawan! Bersabarlah!" Teriak Johan. "A-Annelies, d-dimana dia? " Tanya Jacob terbata-bata. "Bersabarlah Jacob, Matthew sedang menjemputnya, ia akan segera kemari. " Kata Liam. “Luka ku parah Johan?” Tanya Jacob sambil merintih kesakitan. “Nee Jacob. Tetaplah bersama ku ya, dokter sebentar lagi juga akan datang untuk menjahit luka mu.” Kata Johan berusaha meyakinkan Jacob.
Matthew dan Annelies berhasil sampai di depan ruangan penanganan Jacob. "Ada apa Matthew? Siapa yang sakit?! Tanya Annelies. "Annelies… Kakak mu tertembak di bagian perut tadi pagi… Kami belum mengetahui apalagi menemukan siapa pelaku nya. Kondisinya sangat mengkhawatirkan, tolong tetap tenang saat kau menemuinya Ann. " Jelas Matthew. Tangis Annelies pecah, ia segera masuk ke dalam ruangan tersebut. Disusul oleh Matthew. "JACOBUS! " Teriak Annelies yang segera berlari menghampiri kakak nya. "A-annelies! Tolong jangan tinggalkan aku! " Kata Jacob. "Nee! Tidak akan Jacob. Tetaplah bertahan bersama ku, bersama Liam, bersama Johan, bersama Matt. " Kata Annelies yang sekarang memegang erat tangan kakak nya. "Aku sangat menyayangimu adikku. " Kata Jacob lemah. Jacobus tersenyum tipis sambil menatap adik nya, lalu menghembuskan nafas terakhir nya. Kini tubuh Jacobus terbujur kaku. "Nee! Nee! Jacobus sadarlah! " Kata Annelies yang sekarang kembali histeris.
Disaat yang bersamaan dokter pun datang dan segera memeriksa kondisi Jacob. Dokter pun menyatakan bahwa ia telah meninggal dunia.
Komentar
Posting Komentar