Annelies Margareth (Cerita Bersambung episode 3)

Duka Annelies


Mendengar pernyataan dokter, Liam, Johan, dan Matthew meneteskan air mata. Seketika itu pun Annelies  jatuh pingsan. "Annelies!" Teriak Liam terkejut. Liam dan Matthew lebih dikejutkan saat menyaksikan Johan dengan amarah yang bergejolak segera menampar dokter tersebut dengan keras. "KAU! KENAPA KAU TIDAK DATANG SEJAK TADI! KAU TERLAMBAT MENANGANI SAHABAT KAMI! KARENA KAU NYAWA JACOB TIDAK TERTOLONG! " Teriak Johan pada dokter tersebut. Segera, Liam dan Matthew menahan Johan. "Johan! Tenanglah! Tenanglah! Kendalikan dirimu kawan! " Teriak Matthew. Dokter itu pergi dengan penuh amarah, setelah sebelumnya Liam dan Matthew meminta maaf pada dokter itu. Liam membopong tubuh Annelies keluar rumah sakit. 


"Bagaimana keadaannya? " Tanya seorang atasan mereka. Johan, Liam, dan Matthew menggeleng bersama sambil menunduk menandakan nyawa Jacob tidak bisa diselamatkan. "Saya turut berduka, saya akan siapkan pemakaman besok… " Kata atasan mereka lagi. 


Keesokan hari nya, banyak orang yang hadir ke pemakaman Jacobus Willem Meijer. Banyak juga diantara mereka yang meneteskan air mata, mengenang Jacobus.  Terutama kawan-kawan terdekat Jacobus, yaitu Matthew, Johan, dan Liam. 


Semenjak kematian sangat kakak, Annelies semakin hari semakin terpuruk. Ia lebih memilih mengurung diri di kamar. Beberapa kali Matthew, Liam, serta Johan mengunjungi  Annelies, sekedar untuk menghibur dirinya. Namun usaha mereka belum kunjung berhasil, Annelies masih terlarut dalam kesedihan nya meratapi kepergian sang kakak tersayang nya.


Dua tahun telah berlalu, Annelies masih menjadi pribadi yang pemurung dan cenderung pendiam. Suatu hari, Annelies memutuskan untuk melakukan aksi terbodoh dalam hidup nya. Ia mencoba melakukan bunuh diri akibat ia merasa hidup sebatang kara sekarang. Annelies mengendap-endap memasuki kamar mendiang kedua orang tuanya. Mengambil obat-obatan mereka sebanyak-banyak nya, lalu segera mengkonsumsi nya. “Aku akan segera menyusul Jacob serta Mama dan Papa.” Pikirnya dalam hati. Obat itu bereaksi terlalu cepat. Benar saja, sekarang Annelies telah tertidur pulas di atas ranjang mendiang orang tua nya.


Dalam tidur nya Jacobus, serta kedua orang tua nya benar-benar mengunjungi nya. Mereka terlihat sangat sedih dan kecewa melihat aksi yang baru saja Annelies lakukan. “Mama! Papa! Jacob! Mengapa kalian pergi meninggalkan ku secepat ini?! “ Tanya Annelies dalam mimpi nya. “Ann, tolong jangan lakukan hal ini sayang. Kau membuat kami sedih di sini.” Sahut Mama nya. “Ja Mamamu benar Annelies. Maafkan kami telah meninggalkanmu sendirian. Tetapi kehidupan mu masih panjang sayang. Nikmatilah dahulu hidupmu.” Kata Papa nya. “Ann, kau tahu, masih banyak yang peduli dengan mu. Johan, Matthew, dan Liam sangat peduli denganmu. Percayalah, kau tidak sendirian Ann.” Kata Jacob. “Johan? Liam? Matt? Oh astaga seharusnya aku berterima kasih pada mereka. Seharus nya aku menyadari itu sejak awal.” Kata Annelies yang kini mulai tersadar. Seketika sosok ketiga orang kesayangan Annelies itu pun menghilang. “Tunggu! Kalian mau kemana?! Jangan tinggalkan aku!” Kata Annelies.


Bi Sum, pembantu rumah keluarga Meijer yang masih setia bekerja untuk menemani Annelies kini menjadi panik, karena tidak bisa menemukan Nonanya sejak pagi. Ia sibuk mondar-mandir kebingungan. Lalu memutuskan untuk keluar mencari seseorang untuk membantu nya. Bertepatan saat ia membuka pintu, terdapat Matthew, Liam, dan Johan di depan pintu.

“Oh tuan-tuan! Silahkan masuk.” Kata Bi Sum. “Di mana Annelies?” Tanya Liam. “Nona Annelies…  Anu…” Kata Bi Sum. “Ada apa Bi?” Tanya Matthew. “Sejak pagi saya mencari nya tuan-tuan, tetapi saya belum kunjung menemukan nya. Biasa nya ia berdiam di kamar nya, tetapi ia tidak ada di kamar nya.” Kata Bi Sum. “Kau sudah mencari keruangan lain Bi?” Tanya Johan. “Belum Tuan…” Kata Bi Sum. Mereka berempat segera mencari Annelies ke setiap sisi rumah Meijer. Liam tak sengaja membuka pintu kamar orangtua Annelies, dan mendapati Annelies terbaring di ranjang.


 “Johan! Matt! Annelies di sini.” Kata Liam. Johan dan Matthew segera menghampiri Liam. “Sepertinya ada sesuatu yang salah dengan Ann.” Kata Liam setelah teman-teman nya masuk kedalam kamar. “Lihatlah, apa yang aku temukan.” Kata Matthew sambil menunjukan sebotol pil obat-obatan di meja dekat ranjang orang tua Annelies. “Seperti nya ia ingin mencoba bunuh diri.” Kata Johan. “Oh tidak Ann, kau bodoh sekali.” Kata Liam. Johan segera memeriksa denyut nadi di tangan Annelies. “Oh syukurlah. Dia masih hidup. Ayo bawa dia ke rumah sakit.” Kata Johan.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Annelies Margareth (Cerita Bersambung episode 2)

Annelies Margareth (Cerita Bersambung episode 11)

Annelies Margareth (Cerita Bersambung episode 10)